Makna Kembali ke Pesantren

GambarTiga puluh tahun yang lalu yakni tahun 1984 tepatnya di Situbondo, NU mencanangkan gerakan “Kembali ke Khittah 1926”. Langkah strategis itu telah membawa kemajuan yang sangat berarti bagi NU, sehingga menjadi organisasi yang besar, kuat dan disegani. Pada hakekatnya kembali ke Khittah adalah kembali pada spirit, pola pikir serta nilai luhur pesantren. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kliping | Tag , , | Meninggalkan komentar

Belajar Tafsir Tanpa Mengerti Tajwid

Seringkali kita mendengar pengajian dan ta’lim baik di masjid perkantoran, masjid komplek, maupun di mushalla-mushalla yang membahana, menyerukan Islam dengan lantang tanpa basa-basi. Pengajaran-pengajaran itu membahas berbagai ajaran Islam. Mulai dari fiqih, tauhid, hadits hingga tafsir. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Tag ,

Yahya Tsaquf: Gerakan Radikal Ingin Ambil Alih Kekuasaan

Katib Syuriyah PBNU KH Yahya C. Tsaquf mengatakan, gerakan radikalisme Islam memiliki agenda ingin mengambil alih kekuasaan untuk membentuk negara baru sesuai dengan paham mereka. 
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Admin

Pesantren, Lokomotif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Sebagai salah satu pusat rujukan masyarakat, pesantren dituntut mengembangkan peran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya. Di samping menjadi wahana dakwah Islam dan kaderisasi ulama, pesantren bisa pula menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Admin | Tag , , , ,

Kang Said: Empat Keunggulan Pesantren

Jakarta – Ada empat keunggulan metode pengajaran pesantren dibanding dengan lembaga-lembaga pendidikan lain. Pesantren menerapkan ta’lim, tadris, ta’dib, dan tarbiyah. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Admin | Tag ,